Tips untuk Generasi Milenial Hadapi Quarter Life Crisis

  • Whatsapp
quarter life crisis
Ilustrasi. [Foto: Ist}

Kuarter.id-Quater life crisis merupakan fase yang biasa dialami seseorang ketika berumur 20-an yang ditandai dengan munculnya perasaan cemas, ragu, dan bingung akan tujuan hidup. Pada umur 20-an fase di mana seseorang beranjak dari remaja menuju dewasa, akan mulai muncul berbagai pertanyaan dari dalam diri sendiri terkait masa depan dan tujuan hidup.

Kegalauan akan ketidakpastian masa depan, atau mungkin ketimpangan antara ekspektasi dan realitas yang terjadi sering dirasakan pada fase ini. Kamu akan mulai mempertanyakan apa cita-citamu yang sesungguhnya. Apakah pekerjaan yang dijalani saat ini sudah merupakan pilihan yang tepat? Apakah bisa bertahan dan menghidupi keluarga ke depannya?

Read More

Keadaan semakin memburuk ketika kamu mulai membandingkan hidupmu dengan orang lain. Di sosial media kamu menyaksikan betapa sempurnanya hidup orang lain, pekerjaan yang sudah mapan, kehidupan asmara yang romantis. Hal tersebut akan semakin memunculkan rasa insecure dalam diri.

Krisis emosional seperti di atas biasa dialami ketika berada dalam fase Quarter Life Crisis ini. Tentunya intensitasnya berbeda di setiap orang, tergantung dari kondisi dan emosional yang dimiliki. Bahayanya, jika terlalu tenggelam dalam kecemasan dan kebingungan, bisa menyebabkan rasa frustasi dan tidak memiliki semangat hidup.

Nah, bagi kamu yang saat ini sedang berada dalam fase Quarter Life Crisis, berikut beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk bisa menghadapinya, dan lebih fokus pada tujuan hidupmu.

Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain

Di media sosial semuanya tampak sempurna, semua orang pasti ingin menampilkan sisi terbaik dari dirinya. Jangan sampai kesuksesan dan keberhasilan orang menjadi alasan kamu merasa down. Setiap orang memiliki tujuan dan jalan hidup masing-masing, asalkan terus berusaha yang terbaik, waktumu untuk sukses pasti akan datang.

Baca juga: Pilih Passion atau Karir?

Ingat, ketika kamu melihat banyak temanmu yang sudah berhasil, bisa saja banyak kegagalan dan kesedihan yang dialami, hanya saja hal tersebut tidak dibagikan di media sosial. Karena untuk sukses banyak ujian dan tantangan yang harus dihadapi, jadi mulai sekarang fokuslah untuk tujuan masa depanmu.

Kenali diri sendiri secara lebih dalam

Pada fase ini kamu akan belajar memahami diri sendiri, karena kamu sendirilah yang akan menentukan bagaimana perjalanan hidupmu ke depannya. Dengan memahami diri sendiri, kamu akan lebih mudah menghadapi setiap tantangan yang datang dalam hidupmu. Nah kamu bisa coba pikirkan jawaban dari beberapa pertanyaan berikut.

Hal atau pekerjaan apa yang benar-benar kamu sukai dan kuasai? Apa kelebihan dan kekuranganmu? Apa tujuan dan cita-cita yang ingin kamu wujudkan dalam hidupmu?

Cari hobi yang bermanfaat

Melakukan kegiatan yang kamu sukai akan membantumu terlepas dari beban pikiran yang berlebihan.

Daripada menghabiskan waktu untuk membandingkan hidupmu dengan orang lain di media sosial, kamu bisa mencari dan menekuni hobimu, tentunya yang bermanfaat untuk kamu ke depannya ya.

Buat perencanaan untuk 5 tahun ke depan

Membuat perencanaan tentang bagaimana hidupmu ke depannya, akan sangat membantumu dalam melangkah. Dengan tujuan dan rencana yang jelas, usahamu akan lebih pasti dan terukur.

Jadi mulai tentukan goals yang ingin kamu capai 5 tahun ke depan dengan optimis tapi tetap realistis.

Bersyukur atas pencapaianmu saat ini

Dengan bersyukur atas apa yang kamu miliki saat ini, akan membantu mengurangi perasaan cemas, takut dan kecewa. Syukuri setiap pencapaian kecil yang sudah bisa kamu capai, dengan begitu kamu akan lebih bersemangat untuk mewujudkan pencapaian-pencapaian yang lebih besar.

Baca juga: 5 Investasi Diri Sendiri untuk Generasi Millenial

Living in the moment

Sering kali ketakutan akan hari esok dan masa mendatang menghantui pikiran. Rasa cemas akan muncul, dan merusak suasana hati karena rasa takut akan hal yang bahkan belum terjadi.

Untuk itu hiduplah di masa sekarang atau living in the moment, jangan terlalu berlebihan mengkhawatirkan masa depan ataupun masa lalumu. Fokus pada apa yang bisa kamu lakukan saat ini.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts