[Review] Film Luar Angkasa Pertama Korea “Space Sweepers” (2021)

  • Whatsapp
review film space sweepers
Tim Victory, Kapten Jang (Kim Tae Ri), Tae Ho (Song Joong Ki), Tiger Park (Jin Sun Kyu) serta robot militer Bubs (Yoo Hae Jin), dengan font buatan warga Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia [Foto: Ist].

Kuarter.id – Film Space Sweepers yang tayang di 5 Februari 2021 lalu merupakan film bertema luar angkasa pertama garapan negara Korea Selatan.

Sang sutradara Jo Sung Hee, bahkan membutuhkan waktu 10 tahun untuk melahirkan film ini sejak ide cerita luar angkasa ia cetuskan.

Read More

Guna mewujudkan imajinasinya, perangkat teknologi terbaru serta CGI pun digunakan. Dan tak hanya itu, motion capture yang digunakan dalam proses pembuatan film ini adalah yang terbaru, bahkan belum pernah dipakai dalam produksi film Korea Selatan lainnya.

Pesan untuk Menjaga Bumi

Film bergenre science fiction ini sendiri, selain bertema luar angkasa juga mengangkat tema tentang lingkungan, khususnya pesan untuk menjaga bumi.

Di awal scene, film ini menggambarkan kondisi bumi di tahun 2092 sebagai tempat yang tandus, hingga tak layak dihuni oleh manusia. Bahkan oksigen sebagai zat terpenting dalam proses pernapasan manusia pun sudah tak lagi tersedia.

Baca juga: [Review] Drama Korea Kisah Cinta Segitiga “Love Alarm” (2019)

Hal inilah yang melatar belakangi UTS, sebuah perusahaan milik asing untuk mempersiapkan luar angkasa sebagai tempat tinggal (bumi) yang baru.

Namun tidak semua manusia memiliki kesempatan untuk dapat bermigrasi ke luar angkasa, hanya mereka yang “terpilih” dan sesuai dengan kriteria UTS yang dapat lolos seleksi migrasi.

Setelah berhasil tinggal di luar angkasa, mereka pun harus rela dipekerjakan sebagai pembersih luar angkasa. Mereka dapat bertahan hidup jika berhasil mengumpulkan sampah-sampah luar angkasa, untuk ditukar dengan uang atau bahan makanan.

Victory, yang dikomandani oleh Kapten Jang (Kim Tae Ri) yang juga merupakan mantan perompak, Tae Ho (Song Joong Ki) salah satu mantan anggota militer UTS yang jenius dan kini menjadi pilot Victory.

Tiger Park (Jin Sun Kyu) yang dahulu hidup sebagai pebisnis narkoba dan kini menjadi seorang teknisi, serta robot militer Bubs (Yoo Hae Jin), merupakan salah satu tim pembersih luar angkasa yang cukup disegani.

Mereka semakin “terpandang” setelah tanpa sengaja menemukan seorang anak berusia 7 tahun, yang ternyata merupakan robot humanoid bernama Dorothy. Kang Kot Nim (Park Ye Rin) menjadi seorang robot setelah disuntikan sel robot nano ke dalam tubuhnya oleh sang ayah agar dapat bertahan hidup.

Entah merupakan sebuah keberuntungan atau malapetaka, Kot Nim justru menjadi salah satu senjata pembunuh massal yang diincar oleh UTS dengan bayaran fantastis.

Konflik pun muncul, antara anggota tim Victory yang saat itu memang sedang kesulitan finasial. Mereka pun beradu fisik dan argumen, untuk menjual Kot Nim kepada UTS atau justru menyelamatkan gadis cilik yang sangat lugu itu.

Kamu penasaran dengan pilihan akhir tim Victory terkait Kot Nim?

Keserakahan Berujung Kehancuran

Selain pesan menjaga bumi, kamu juga akan belajar bahwa keserakahan dapat menjadi awal kehancuran. Seperti watak yang diperankan oleh pimpinan UTS James Sullivan (Richard Armitage) yang ingin menjadi orang terpandang dan disegani oleh warga UTS.

Ia ingin dihargai sebagai salah satu orang yang berusaha menyelamatkan jutaan nyawa dengan memindahkannya ke luar angkasa. Namun niat terselubung tersebut diketahui juga oleh warga luar angkasa, hingga akhirnya mereka bersatu untuk menghancurkan pimpinan UTS itu.

Baca juga: [Review] Akhir Kisah Cinta Segitiga Drama Korea “Love Alarm” (2021)

Ya, di film ini, kamu akan dimanjakan oleh efek CGI yang sangat mumpuni dalam durasi tayang 2 jam 16 menit. Pertarungan antar pesawat luar angkasa juga dibuat dengan sangat memukau ditambah sound effect yang luar biasa.

Kamu sebagai warga Indonesia juga harus turut bangga nih, karena font yang digunakan dalam desain cover film Space Sweepers merupakan hasil karya warga Banyuwangi, Jawa Timur, Irwan Ck dari CkDsign.

Irwan sangat bangga dengan pencapaiannya yang bisa menembus Netflix. Ia pun bahkan membagikan bukti lisensi desain font buatannya di halaman Facebooknya. Tak hanya itu, Netflix pun membayar desain buatannya dengan harga yang cukup fantastis.

Meski film ini berhasil menduduki peringkat 1 Netflix dan mengalahkan beberapa film yang tayang di waktu yang sama, seperti Finding Ohana, The Dig, Below Zero, dan All My Friends Are Dead. Namun sayangnya masih ada beberapa kekurangan yang seharusnya bisa ditutupi oleh para sineas Korea Selatan yang bisa dibilang mumpuni.

Salah satunya adalah alur cerita yang dibuat terlalu bertele-tele di awal, namun inti dari kisah Space Sweepers ini baru muncul di pertengahan.

Bahkan sayangnya cerita para Space Sweepers ini kurang diangkat dan hanya menjadi “selingan” di akhir film saat mereka berusaha bersatu mengalahkan pasukan dan pimpinan UTS. Padahal mereka dengan bangga menggunakan judul Space Sweepers atau Para Pembersih Sampah.

Namun, di luar itu, kehebatan para aktor dalam memerankan masing-masing karakter tak perlu diragukan lagi. Tak terkecuali si kecil Park Ye Rin yang begitu lihai memerangkan robot manusia.

Kamu makin penasaran dengan akhir kisah para Pembersih Sampah Luar Angkasa ini? Atau ingin menyaksikan kehebatan teknologi dan CGI Korea Selatan yang mulai bangkit mengalahkan film Holywood? Jangan ragu untuk menyaksikan Space Sweepers ya.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts