[Review] Film Korea Penuh Isu Sosial dan Plot Twist “Innocence” (2020)

  • Whatsapp
review film korea innocence
Jeong In (Shin Hye Sun), Walikota Choo (Hae Joo Ho), dan Chae Hwa Ja (Bae Jong Ok) dalam Film Inncocence. [Foto: Ist]

Kuarter.id – Film Korea, berjudul Innocence yang tayang 2020 lalu mengangkat kisah penuh isu sosial bahkan plot twist yang sangat mulus.

Park Sang Hyun sebagai sutradara dan penulis naskah, ternyata terinspirasi dari kisah nyata kasus pembunuhan yang terjadi di provinsi Gyeongsan Utara, Korea Selatan tahun 2015. Dalam kasus tersebut tersangka menggunakan minuman bersoda yang dicampur dengan pestisida.

Read More

Di film ini, Chae Hwa Ja (Bae Jong Ok) terlibat dalam kasus serupa. Ia menjadi tersangka dengan tuduhan berusaha meracuni dan membunuh dengan menggunakan pestisida yang dicampurkan dengan minuman bersoda dan memberikannya kepada para pelayat yang datang ke acara pemakaman suaminya Ahn Tae Soo.

Karena keterbatasan kemampuan ekonomi dan juga penyakit dimensia yang diidapnya, membuat Chae Hwa Ja yang hidup menjada dengan seorang anak autis Jeong Soo (Hong Gyeong), tak mampu menyewa pengacara mumpuni. Ia pun harus rela menerima dakwaan yang dituduhkan padanya meskipun dengan bukti yang tidak kuat.

Hingga kemudian, setelah lama berpisah dengan putri sulungnya, Ahn Jeong In (Shin Hye Sun) yang berprofesi sebagai pengacara andal muncul. Ia pun berusaha membebaskan sang ibu dari jeratan hukum.

Baca juga: [Review] Film Luar Angkasa Pertama Korea “Space Sweepers” (2021)

Penuh Isu Sosial

Bisa kamu perhatikan, film berdurasi 1 jam 51 menit ini dibalut dengan kisah yang penuh dengan isu sosial.

Pertama cerita disabilitas yang dialami Jeong Soo, putra bungsu Chae Hwa Ja yang mengidap autis. Beberapa kali ia dicemooh, dipukuli, hingga diusir secara paksa dari TKP karena dianggap mengganggu jalannya penyelidikan.

Bahkan ayahnya sendiri menganggap Jeong Soo mengidap autis setelah terjatuh dari gendongan sang kakak. Hingga membuat Jeong In terus menerima perlakuan kasar dari sang ayah dan membuatnya pergi dari rumah untuk mewujudkan mimpinya yang tak pernah direstui sang ayah.

Dari sudut pandang Jeong Soo, dapat kamu ketahui, bahwa tidak semua orang paham cara memperlakukan penyandang disabilitas dengan baik. Hal ini terlihat jelas dari berbagai perlakuan kasar yang diterima Jeong Soo yang dianggap “bodoh”. Padahal anak dengan autis memiliki kemampuan menghafal dan mengingat yang unik.

Kedua, kemiskinan yang menimpa Cha Hwa Ja membuatnya kerap diserang dan dipandang sebelah mata. Apalagi setelah ia menjadi tersangka kasus pembunuhan yang melibatkan Walikota Daecheon bernama Pak Choo (Heo Joon Ho).

Orang-orang di sekitarnya bahkan secara sengaja memanfaatkan status sosial Cha Hwa Ja tersebut untuk keuntungan pribadi. Mereka yang dikelilingi koneksi, uang dan berpangkat berusaha menjadikan Chae Hwa Ja sebagai tersangka utama dengan cara licik mereka.

Ketiga, penyakit sosial seperti kebencian, ketamakan, ketidakadilan bahkan korupsi menjadi semacam penyakit yang tumbuh di masyarakat kebanyakan. Mereka berusaha menghalalkan segala cara untuk mencapai kepentingan pribadinya tanpa mempedulikan orang-orang di sekitar.

Bahkan ketika tengah menyelidiki kasus yang menimpa ibunya, Jeong In harus bertaruh nyawa setelah mobilnya beradu dengan sebuah truk besar. Beruntung Jeong In selamat dan membuatnya semakin sadar jika kasus yang menimpa ibunya bukanlah kasus sepele, mengingat semua orang di sekitarnya memberi “perhatian” lebih.

Ya, dari sekian banyak isu sosial yang diangkat, film yang bergenre kriminal, misteri ini menyimpan banyak pembelajaran berharga tentang kondisi masyarakat di sekitar kita.

Penuh Plot Twist

Selain penuh dengan isu-isu sosial, Film Korea Innocence ini juga dibumbui plot twist yang akan membuat penontonnya tercengang. Meski begitu, plot twist-nya berhasil dikemas dengan sangat mulus tanpa unsur pemaksaan.

Dari sekedar kasus pembunuhan dengan minuman berpestisida, Jeong In tergiring hingga berhasil menemukan fakta-fakta baru yang berkaitan dengan masa lalu dirinya, keluarganya, hingga desa tempatnya lahir.

Baca juga: [Review] Kisah Pilu Seorang Anak di Keluarga Disabilitas “Bori” (2018)

Berkat pembawaan karakter yang kuat oleh para tokoh-tokohnya, membuat film yang sempat terkena dampak Covid-19 ini, semakin menarik. Kamu pun tak akan menyangka banyaknya plot twist yang disajikan penulis dalam film ini.

Selain ketegangan yang coba dihadirkan, penulis Innocence juga berupaya membawa penonton hanyut dalam kisah haru Chae Hwa Ja dan Jeong In. Apalagi saat Jeong In berusaha melepaskan ibunya dari masalah meskipun sang ibu melupakannya karena penykit demensia yang dideritanya.

Scene terakhir pun diambil dengan sangat apik, saat Jeong In kecil dan Chae Hwa Ja duduk menghadap danau yang dikomparasi dengan kondisi ketika mereka bertumbuh menjadi gadis dewasa dan orang tua.

Hingga tanpa sadar film ini ditutup dengan manis oleh potret yang diabadikan Jeong Soo yang ternyata memiliki ketertarikan di dunia fotografi.

Nah, itu dia review singkat Film Korea Innocence yang akan membuatmu penasaran dengan taktik investigasi yang dimiliki pengacara andal dan fakta-fakta yang akan ditemui Jeong In saat berusaha melepaskan sang ibu dari jeratan hukum.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts