[Review] Perjuangan Menjadi Ballerino dalam Drama “Navillera” (2021)

  • Whatsapp
review drama korea navillera
Chae Rok dan Kakek Sim membawakan tarian Swan Lake dengan sangat memukau. [Foto Tangkapan Youtube]

Kuarter.id – Drama Korea belakangan memang cukup banyak mengambil tema tentang profesi maupun bisnis. Namun untuk drama Navillera yang tayang 22 Maret 2021 lalu, menghadirkan cerita perjuangan seorang ballerino mewujudkan mimpi yang belum banyak diangkat ke layar kaca.

Navillera mengisahkan persahabatan antara Lee Chae Rok (Song Kang) pemuda berusia 23 tahun penuh talenta yang tengah berjuang menjadi ballerino ternama, dengan Sim Deok Chool (Park In Hwan) pria berusia 70 tahun dan baru pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai kantor pos.

Read More

Sim Deok Chool memiliki cita-cita sejak kecil yang sayangnya tidak pernah bisa diwujudkan karena terhalang restu ayahnya dan juga kondisi ekonomi yang sulit. Ketika mengunjungi beberapa temannya di awal-awal masa pensiunnya dan berbincang tentang hal yang mereka inginkan namun belum tercapai, ingatan tentang mimpi masa kecilnya kembali muncul.

Sim Deok Chool kecil bermimpi menjadi seorang ballerino yang dapat menari dengan indah di atas panggung. Ia pun ingin terbang layaknya angsa dalam tarian Swan Lake. Sim Deok Chool pun dengan percaya diri datang ke sebuah akademi untuk belajar ballet. Di sanalah tanpa sengaja ia bertemu Lee Chae Rok yang tengah menari ballet dengan sangat memukau.

Pertemuan keduanya bisa dibilang bak simbiosis mutualisme. Meskipun Lee Chae Rok sempat merasa terganggu dengan keberadaan Kakek Sim, sapaan akrabnya kepada Sim Deok Chool, namun lambat laun keberadaan Kakek Sim justru memberi dampak positif bagi Chae Rok yang tengah bergelut mewujudkan mimpi menjadi ballerino ternama.

Baca juga: [Review] Film Korea Penuh Isu Sosial dan Plot Twist “Innocence” (2020)

Begitupun sebaliknya bagi Kakek Sim, keberadaan Chae Rok memberinya semangat baru dan optimisme untuk bisa mewujudkan mimpi meskipun dengan berbagai permasalahan kesehatan yang menimpanya di usia senja.

Tak Ada Kata Terlambat Mewujudkan Mimpi

Kata Navillera sendiri diambil dari bahasa Korea yang menggabungkan kata kupu-kupu dengan sufiks sastra lama dan diterjemahkan sebagai “seperti kupu-kupu”. Judul ini seakan ikut merepresentasikan cerita penuh perjuangan, ketangguhan, dan manisnya akhir dari proses panjang mewujudkan mimpi layaknya kupu-kupu.

Ya, di usia senjanya Kakek Sim seakan tak mau menyerah dan putus asa untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya menjadi seorang ballerino. Padahal di usianya yang ke-70 tahun itu banyak ahli, mulai dari dokter hingga pelatih ballet melarangnya untuk belajar ballet.

Apalagi mengingat kondisi tubuh yang tidak setangguh saat muda, masalah kesehatan serta kemampuan mengingat yang rendah membuat hampir seluruh anggota keluarga Kakek Sim khawatir dan mulai melarangnya berlatih ballet.

Namun, dengan semangat dan ketekunannya Kakek Sim bisa membuktikan bahwa dirinya layak untuk menjadi penari ballet meski dengan berbagai kekurangan yang dimilikinya. Ia terus berlatih tanpa kenal lelah bahkan dengan cara sembunyi-sembunyi dari istrinya Choi Ha Nam (Na Moon Hee). Hingga akhirnya ia sukses menuai banyak pujian dari para penari ballet karena dapat menari dengan indah dari dalam hati.

Berkat semangat tak kenal lelahnya itulah Kakek Sim bisa tampil menarikan Ballet Swan Lake di atas panggung bersama Lee Chae Rok dengan indahnya di episode terakhir drama Navillera yang tayang di TvN dan Netflx.

Semua Orang Berhak Bermimpi

Melalui drama yang diadaptasi dari webtoon berjudul sama karya penulis HUN dan ilustrator Jimin yang populer di tahun 2006-2007 ini membuat kita sadar bahwa belajar bisa dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja, asal ada kemauan dan kerja keras.

Kakek Sim tak ragu untuk meminta bantuan Lee Chae Rok yang usianya jauh lebih muda darinya. Ia bahkan rela menjadi manajer Chae Rok agar dapat melihatnya berlatih setiap saat dan mempelajari teknik-teknik dasar menari ballet.

Drama yang terdiri dari 12 episode dengan durasi tayang kurang lebih 60 menit ini, akan membuatmu banyak belajar dan juga meneteskan air mata seperti umumnya drama keluarga lainnya. Selain mengisahkan adegan persahabatan antara Kakek Sim dan Chae Rok yang manis, ada beberapa permasalahan keluarga yang ikut mengoyak hati para penonton.

Mulai dari cerita Chae Rok yang harus hidup terpisah dari ayahnya setelah ayahnya keluar penjara hingga akhirnya hubungan mereka tidak harmonis. Juga perjuangan salah satu anak Kakek Sim untuk memiliki keturunan. Hingga cerita terpuruk dan bangkitnya sahabat Chae Rok dan cucu Kakek Sim, Sim Eun Ho (Hong Seung Hee) untuk meraih apa yang benar-benar mereka inginkan dan bisa membuatnya bahagia.

Belum lagi mimpi salah satu anak Kakek Sim, Sim Seong Gwan (Jo Bok Rae) yang terbilang unik, di mana setelah ia bekerja dari dokter ia melepaskan pekerjaan impian banyak orang itu untuk meraih kebahagiannya dengan menjadi sutradara film dokumenter.

Baca juga: [Review] Film Luar Angkasa Pertama Korea “Space Sweepers” (2021)

Melihat impian anaknya yang unik Kakek Sim mengambil langkah berbeda dengan yang dilakukan ayahnya dulu. Ia mendukung keinginan anaknya dan berusaha memberikan yang terbaik agar Seong Gwan bisa mewujudkan mimpinya. Sungguh jalinan cerita antar tokohnya ini sukses membuat penonton menitikkan air mata.

Dari sini kembali lagi kita belajar, bahwa tak ada mimpi yang tidak baik, semua orang bisa sukses dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Semua orang berhak bahagia dengan jalan dan pilihan hidupnya. Apapun itu asal tak merugikan orang lain. Betul kan?

Totalitas para pemain bisa kamu lihat dari usaha Song Kang mengikuti les ballet selama kurang lebih 6 bulan sebelum proses shooting berlangsung. Hal ini tentunya agar ia bisa mendalami karakternya dan menampilkan tarian yang indah kepada penonton.

Meskipun terbilang drama underrated karena tak banyak dibicarakan banyak orang dan ratingnya yang berada di angka aman, jangan sampai kamu lewatkan chemistry di antara para pemainnya yang begitu memukau dan jalan cerita yang menghangatkan hati. Matamu pun bisa sedikit terbuka tentang usaha sungguh-sungguh mewujudkan mimpi.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts