PPKM Mikro Ingatkan Kita Agar Makin Disiplin Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
ppkm mikro protokol kesehatan
Ilustrasi. [Foto: Ist]

Kuarter.id-Awal Januari 2021 lalu, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa dan Bali. Hal ini dikarenakan kedua pulau ini mengalami lonjakan angka kasus Covid-19.

Selang satu bulan kemudian, pemerintah pusat merekomendasikan daerah untuk menerapkan PPKM hingga ke lingkungan terkecil. Pemerintah pusat menyebutnya sebagai PPKM level mikro.

Read More

PPKM level mikro ini dilakukan dengan pembatasan masyarakat hingga ke tingkat desa dan lingkungan RT/RW, tergantung kondisi di wilayah tersebut.

Adapun hal-hal yang diatur selama PPKM level mikro ini adalah pembatasan jam operasional, pembatasan kerumunan di lingkungan kantor dengan menerapkan sebagian work from home, menunda kelas tatap muka, pengawasan secara ketat penerapan protokol kesehatan, serta pembatasan kegiatan masyarakat lainnya di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Persepsi Masyarakat Terhadap Kebijakan PPKM Mikro

Beberapa daerah di Bali sendiri, PPKM level mikro terus diperpanjang setiap dua minggu sekali tergantung kondisi perkembangan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Alasan Masyarakat Mau Menerima Vaksinasi Covid-19

Dilansir dari katadata.co.id, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mencatat 68% masyarakat Jawa-Bali menilai PPKM level mikro mampu menurunkan angka kasus Covid-19.

Dari total 68% tersebut, 16% di antaranya menilai PPKM level mikro sangat berpengaruh. Sementara itu, 52% di antaranya menilai PPKM level mikro cukup berpengaruh.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat, tingkat keterisian rumah sakit mulai menurun akibat PPKM. Di Jakarta tercatat, persentase keterisian rumah sakit sebanyak 87,82% sebelum PPKM. Persentase ini menurun menjadi 73,13% setelah pelaksanaan PPKM.

Kemudian, di Banten tercatat 84,36% pada sebelum PPKM, sedangkan setelah PPKM angkanya menurun menjadi 65,66%.

Di Bali, persentase keterisian rumah sakit sebelum PPKM sebanyak 62,2%. Persentasenya turut menurun menjadi 61,44% setelah PPKM.

Tetap Efektif Jalankan Protokol Kesehatan

Kebijakan PPKM menjadi pengingat agar kita selalu menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian kita. Meskipun vaksinasi Covid-19 tengah digalakkan di masyarakat, protokol kesehatan tetap harus dilakukan secara ketat.

Terlebih bagi kamu yang ‘terpaksa’ masih memiliki tingkat mobilitas yang tinggi akibat pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Tentunya kamu dan kita semua harus semakin disiplin protokol kesehatan agar tidak mudah tertular virus Covid-19.

Baca juga: 3 Alasan Jangan Sembarangan Upload Sertifikat Vaksin Covid-19

Kamu tentu tidak ingin PPKM semakin diperpanjang dan membatasi kegiatanmu di luar rumah. Jangan sampai kamu menjadi target penindakan tegas oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang sedang bertugas di masa PPKM ini hanya karena kamu tidak mematuhi protokol kesehatan. Belum lagi kamu harus membayar sejumlah denda bila lupa membawa masker yang justru akan semakin memberatkanmu.

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat, 32% masyarakat masih berkerumun setiap harinya. Sementara itu, 24% masyarakat berada di tengah kerumunan beberapa hari/minggu dan 20% masyarakat mengaku sekali seminggu berada di kerumunan.

Menghindari kerumunan sudah semestinya dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19. Namun, bila pekerjaan membuatmu sering bertemu orang banyak, tentu protokol kesehatan harus menjadi yang utama kamu lakukan.

Jangan Mudah Percaya Informasi yang Belum Pasti Kebenarannya

Tidak hanya disiplin protokol kesehatan, kita juga harus berhati-hati dengan segala informasi yang diterima. Pelaksanaan PPKM tidak akan efektif bila tidak taat akan protokol kesehatan dan sikap kehati-hatian dalam menyebarkan informasi.

Carilah informasi dari sumber yang akurat mengenai pelaksaan PPKM di kotamu. Bila kamu memiliki usaha, perhatikan jam operasional yang diperbolehkan. Pahami pula hal-hal apa saja yang diatur selama PPKM, terutama dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya.

Jangan sampai karena mempercayai informasi yang belum pasti kebenarannya, hal ini malah membuatmu tidak menaati aturan selama PPKM mikro, ya.

Selain itu, jangan menyebarkan informasi sembarangan ke banyak orang. Hal ini untuk menghindari penyebaran informasi hoaks semakin luas.

Nah, apakah di daerahmu masih melaksanakan PPKM mikro?


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts