Pilih Mana, Telegram atau Signal?

  • Whatsapp
Telegram atau Signal
Ils. [Foto: Ist]

Kuarter.id – Sejumlah aplikasi perpesanan tengah “naik daun” pasca kebijakan privasi baru dari Whatsapp yang akan membagikan data pengguna ke induk usahanya, Facebook.

Dua aplikasi perpesanan, Telegram dan Signal, bahkan mengalami lonjakan pengguna baru usai Whatsapp mengumumkan kebijakan privasi dan persyaratan layanan baru tersebut.

Read More

Menurut laporan firma riset pasar Sensor Tower, Telegram telah diunduh oleh lebih dari 2,2 juta pengguna di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store) dalam dua hari pasca pengumuman tersebut. Sementara itu, Signal mendapatkan tambahan 100.000 pengguna baru dalam kurun waktu yang sama.

Nama Signal melejit saat orang terkaya di dunia yaitu Elon Musk mengajak para pengikutnya di Twitter untuk menghapus Whatsapp dan beralih ke aplikasi yang mengklaim keamanan privasi pengguna itu.

Untuk kamu ketahui, soal keamanan, ketiga aplikasi itu semuanya menggunakan end-to-end encryption atau enkripsi ujung ke ujung di beberapa bagian aplikasi mereka. Hal ini berarti,  jika pihak luar menyadap pesan kamu, pesan tersebut akan diacak dan tidak dapat dibaca.

Baca juga: Tsundoku: Kebiasaan Membeli dan Menumpuk Buku

Hal ini juga berarti bahwa isi persis pesan kamu pada seseorang dalam aplikasi itu tidak akan dapat dilihat oleh mereka yang bekerja di salah satu aplikasi itu.

Enkripsi ini tentu mencegah aparat hukum, operator seluler yang kamu pakai, dan entitas pengintai lainnya untuk dapat membaca konten pesan kamu, aman bukan?

Ketiga aplikasi ini juga sama-sama bisa mengirimkan pesan, gambar atau video, serta dokumen.

Lantas, apa yang membedakan tiga aplikasi ini? Dilansir dari cnet.com, ini penjelasan yang harus kamu ketahui.

1. Signal

  • Tidak mengumpulkan data atau informasi pribadi kamu, hanya nomor telepon
  • Gratis, tanpa iklan, didanai oleh nirlaba Signal Foundation
  • Sepenuhnya open-source
  • Enkripsi: Protokol Sinyal

Serupa dengan aplikasi perpesanan lainnya, Signal digunakan untuk mengirim pesan instan kepada pengguna lainnya.

Namun, aplikasi Signal pada Android memiliki fitur tambahan yang menarik, Signal dapat digunakan sebagai aplikasi perpesanan SMS. Jadi, kamu bisa menggunakan Signal sebagai aplikasi SMS default di ponsel Androidmu.

Sayangnya, hal ini tidak berlaku bagi pengguna iOS. Apple tidak mengizinkan aplikasi lain untuk menggantikan aplikasi SMS / perpesanan default.

Jika membandingkan soal keamanan, Signal disebut yang paling aman dari ketiganya. Sebab, tidak ada data pribadi kamu yang diinput di dalamnya, hanya nomor telepon.

Selain kecakapan enkripsi, Signal memberi penggunanya opsi privasi tambahan seperti kunci khusus aplikasi, pemberitahuan pop-up kosong, alat face-blurring antisurveillance, dan penghapus pesan.

2. Telegram

  • Data atau informasi kamu yang ditautkan: Nama, nomor telepon, kontak, ID pengguna
  • Platform Iklan dan fitur premium gratis yang akan datang, didanai terutama oleh pendiri
  • Hanya sebagian open-source
  • Enkripsi: MTProto

Keamanan data Telegram berada di antara Signal dan Whatsapp. Telegram berupaya menciptakan lingkungan bergaya media sosial dalam aplikasinya yang membuat Telegram berbeda dari yang lainnya.

Meskipun tidak mengumpulkan data sebanyak WhatsApp, ia juga tidak menawarkan panggilan grup terenkripsi seperti WhatsApp, atau privasi data pengguna dan transparansi perusahaan sebanyak Signal.

Tidak seperti Signal dan Whatsapp, pesan terenkripsi end-to-end di Telegram tidak terpasang secara default. Kamu harus terlebih dahulu mengaktifkannya jika ingin pesanmu lebih aman.

Nah, kamu sendiri pilih mana? Telegram atau Signal? atau mungkin menolak beralih dari Whatsapp?


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts