Menjadi Penjual Terpercaya di Media Sosial dan E-Commerce

  • Whatsapp
penjual terpercaya di media sosial e-commerce
Ilustrasi. [Foto: Ist]

Kuarter.id – Perkembangan internet dan teknologi digital tidak hanya mengubah pola komunikasi manusia sehari-hari. Cara manusia dalam mendapatkan kebutuhan pun kini mulai bergantung dengan berbagai platform digital berbasis internet.

Mau tidak mau, manusia pun harus membiasakan diri menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan internet dan teknologi digital, termasuk salah satunya dalam membangun usaha atau berjualan barang/jasa.

Read More

Menjadi penjual yang cerdas dan ingin mengembangkan usaha lebih luas tidak lagi hanya memanfaatkan toko offline saja. Kamu harus beralih dengan memanfaatkan media sosial atau e-commerce untuk menggaet pembeli lebih banyak.

Saat ini, pilihan platform media sosial dan e-commerce yang tersedia pun sangat beragam. Kamu bisa memanfaatkan semuanya, atau salah satu di antaranya.

Menurut katadata.co.id, riset iPrice menunjukkan platform e-commerce Shopee memiliki jumlah kunjungan terbanyak per bulannya di Indonesia sepanjang tahun 2020.

Bila diurutkan, pada kuartal I hingga IV 2020, Shopee berhasil mendapat kunjungan di Indonesia mencapai 71,53 juta, 93,44 juta, 96,53 juta, dan 129,32 juta. Kemudian disusul platform e-commerce Tokopedia sebanyak 69,8 juta, 86,1 juta, 85 juta, dan 114,7 juta.

Sementara itu, di posisi ketiga diduduki Bukalapak dengan jumlah kunjungan pada kuartal I hingga IV 2020 sebanyak 37,6 juta, 35,29 juta, 31,42 juta, dan 38,5 juta.

Baca juga: Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial

Angka tersebut menunjukkan, konsumen menaruh perhatian besar pada produk-produk yang dijual di platform e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Hal ini menjadi kesempatan besar bagi kamu yang berminat mengembangkan usahamu secara online di e-commerce.

Selain e-commerce, media sosial pun menjadi platform yang cukup banyak diakses. Menurut databoks.katadata.co.id, media sosial menjadi platform yang paling lama diakses kaum milenial dengan rata-rata durasi 2,5 jam per hari.

Survei yang berhasil dihimpun oleh GlobalWebIndex ini menunjukkan, media sosial dapat menjadi platform yang cocok buat kamu untuk berjualan online.

Namun, perlu disadari, menjadi penjual yang cerdas, bijak, dan terpercaya di media sosial dan e-commerce memiliki tantangan tersendiri. Terlebih, makin hari, jumlah penjual online di media sosial dan e-commerce makin bertambah, sehingga membuat persaingan pun tak dapat terelakkan.

Belum lagi berbagai aksi penipuan berkedok jual-beli online membuat usaha membangun kepercayaan publik menjadi tugas tambahan bagi penjual.

Nah, apa saja langkah-langkah yang tepat untuk menjadi penjual yang terpercaya di media sosial dan e-commerce?

Foto atau Video Produk Asli

Gunakanlah foto atau video produk yang asli. Hal ini untuk menghindari kekecewaan pembeli yang merasa dirugikan bila produk yang telah dibelinya ternyata berbeda jauh dengan yang diunggah penjual.

Baca juga: E-Wallet dan E-Money untuk Kemudahan Transaksi

Bila banyak review pembeli yang menyatakan kekecewaannya karena hal serupa, kemungkinan besar calon pembeli lainnya menjadi ragu untuk membeli produk yang kamu jual. Reputasi toko pun menjadi tidak cukup baik.

Sertakan Keterangan Barang yang Sejujurnya

Jika barang yang kamu jual termasuk barang replika, maka sertakanlah kondisi produk di kolom keterangan. Hal ini untuk menghindari kekecewaan pembeli yang merasa tertipu. Namun, ada baiknya barang yang kamu jual merupakan barang asli atau original ya.

Selain itu, sertakan pula keterangan warna produk, ukuran, dan bahan yang digunakan. Hal ini untuk menghindari kebingungan calon pembeli dalam memilih produk yang dicarinya. Di samping itu, untuk menghindari penumpukan kolom chat dari calon pembeli dengan pertanyaan yang sama.

Cantumkan Alamat dan E-mail Toko

Sertakan pula alamat toko, misal kota atau kabupaten untuk memudahkan calon pembeli menentukan ongkos kirim yang diperlukan. Bila kamu menjual produk di media sosial, sertakan pula e-mail toko untuk mendapatkan saran dan kritik dari penjual. Hindari menggunakan e-mail dengan nama pribadi untuk toko online-mu, ya.

Jangan Acuhkan Chat dari Calon Pembeli

Sering kali calon pembeli menjadi enggan untuk berbelanja di toko online tertentu karena sang penjual yang terkesan tidak ramah dan kurang tanggap. Buatlah jam operasional toko untuk memberikan kesempatan kepada calon pembeli mengenai jam efektif toko.

Jam operasional ini menjadi waktu bagi toko untuk membalas chat yang masuk, melakukan pengemasan produk, dan pengiriman produk. Jawablah segera pertanyaan yang masuk untuk menghindari calon pembeli beralih ke toko online lainnya.

Berikan Feedback Terhadap Tanggapan Pembeli

Apabila pembeli memberikan tanggapan atas produk yang dibelinya, kamu sebagai penjual juga bisa memberikan feedback. Feedback ini menunjukkan kepedulian dan apresiasi kepada pembeli yang telah membeli produkmu. Selain itu, pembeli akan merasa diperhatikan dan diberikan pelayanan yang terbaik. Dijamin, pembeli akan datang lagi ke toko online-mu.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts