Lelah Disiplin Protokol Kesehatan, Ini Cara Cegah Pandemic Fatigue

  • Whatsapp
pandemic fatigue
Ilustrasi. [Foto: Ist]

Kuarter.id – Lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya mengancam kesehatan, Covid-19 juga berdampak pada bidang ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan berbagai sektor kehidupan manusia.

Akibatnya, virus yang tergolong baru ini sempat menyebabkan kepanikan dan kecemasan semua orang. Tidak sedikit pula orang-orang takut keluar rumah agar tidak mudah terpapar Covid-19.

Read More

Bahkan fenomena panic buying sempat melanda masyarakat dunia karena takut kebutuhan pokok tidak terpenuhi bila harus menjalani isolasi.

Memasuki awal tahun 2021, pandemi Covid-19 tak juga kunjung usai. Angka kasus Covid-19 sempat menurun, namun kembali naik dan mencatatkan kasus harian yang makin tinggi.

Sebagian besar masyarakat menjadi jenuh dengan kondisi yang tidak menentu seperti ini. Kejenuhan ini berpotensi menimbulkan sikap abai dan lelah untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

Menjaga jarak fisik dan menjauhi kerumunan pun mulai sulit untuk diterapkan. Kebiasaan mencuci tangan dan selalu menggunakan masker perlahan kepatuhannya mulai melonggar.

Apa Itu Pandemic Fatigue?

World Health Organization (WHO) mendefinisikan kondisi ini sebagai pandemic fatigue. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan dan jenuh untuk taat mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Selama Pandemi, Akses Anak ke Gadget dan Internet Meningkat

Kondisi ini menyebabkan kita tidak konsisten. Terkadang sangat disiplin, namun setelahnya malah menjadi abai dan tak peduli.

Kita sering kali tidak taat menggunakan masker dan menjaga jarak saat bertemu keluarga atau teman. Faktor kedekatan ini menjadi alasan utama. Di sisi lain, saat bertemu orang baru yang belum kita kenal dekat, justru membuat kita ingat untuk disiplin menjaga jarak.

Selain itu, mereka yang belum pernah terpapar Covid-19 merasa tidak perlu terlalu ketat melakukan protokol kesehatan. Bahkan di antaranya percaya virus ini tidak benar-benar ada.

Dilansir dari cnnindonesia.com, pandemic fatigue bisa terjadi pada siapa saja. Penyebabnya pun bisa dari berbagai faktor, seperti emosi maupun pengalaman.

Sementara itu, menurut kompas.com, gejala pandemic fatigue bisa berbeda-beda pada setiap orang. Kepribadian, pengetahuan, dan pandangan seseorang dalam melihat masalah menjadi faktornya.

Cegah Pandemic Fatigue

Pandemic fatigue sebenarnya bisa dicegah sedini mungkin. Salah satunya, dengan menjaga pola makan, pola tidur, dan gaya hidup kita sehari-hari.

Stres dan gangguan kesehatan lainnya bersumber dari kurangnya tidur dan pola makan yang tidak seimbang. Selingi pula aktivitas harianmu dengan olahraga dan hiburan. Menjaga mental dan kesehatan fisik dengan baik sangat mempengaruhi, lho.

Nah, coba kamu ingat-ingat lagi apakah gaya hidupmu sudah cukup teratur selama ini?

Baca juga: PPKM Mikro Ingatkan Kita Agar Makin Disiplin Protokol Kesehatan

Semua orang ingin bersosialisasi dan kembali berkumpul dengan orang terkasih. Gara-gara pandemi, kehidupan sosial kita ‘dipaksa’ lebih banyak terhubung melalui internet untuk menghindari terpapar Covid-19.

Dilansir dari kawalcovid19.id, bersosialisasi dengan Zoom dan aplikasi meeting sejenis terkadang membuat kita bosan. Untuk itu, kamu bisa temu kangen bersama teman dengan jumlah orang yang lebih kecil.

Namun, jangan sampai keinginan bersosialisasi dan kumpul-kumpul bersama teman membuat kamu menjadi abai dengan protokol kesehatan, ya. Menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun menjadi langkah yang efektif untuk menghindari penyebaran virus.

Tentu hal ini tidak hanya demi keamanan diri sendiri, namun demi keamanan keluarga, teman dekat, dan lingkungan kita.

Di samping itu, hal lain yang bisa kamu lakukan adalah mewaspadai setiap informasi baru yang kamu terima.

Informasi mengenai kasus Covid-19 yang makin meningkat, krisis ekonomi di mana-mana, pekerjaan dan pendidikan terhambat, serta hoaks seputar Covid-19 bisa membuat kamu jadi semakin stres.

Membaca dan mencari tahu informasi terbaru itu sangat penting dan mesti dilakukan. Namun, alangkah baiknya untuk selalu mengonfirmasi informasi yang kamu terima agar tidak mudah terpancing emosi karena hoaks.

Yuk, cegah penyebaran Covid-19 dengan tetap patuhi protokol kesehatan, hidup sehat, dan stop hoaks!


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts