Pelajar Wajib Tahu, Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah Berikut

  • Whatsapp
jenis karya tulis ilmiah
Ilustrasi mengerjakan karya tulis ilmiah. [Foto: Christina Morillo from Pexels]

Kuarter.id –  Sebagai seorang pelajar, tuntutan untuk menghasilkan karya dalam bentuk karya tulis ilmiah sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari.

Belum lagi mahasiswa yang merupakan agen perubahan, dituntut untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi, kepedulian, serta solusi bagi setiap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat Indonesia yang kompleks.

Read More

Perubahan itu tentu dapat diwujudkan dengan adanya karya, baik berupa penelitian maupun gagasan dengan dasar teoritis yang baik. Hal ini agar ide maupun gagasan tersebut dapat diterima dengan baik oleh berbagai pihak.

Untuk dapat mewujudkan karya nyata tersebut demi kemaslahatan orang banyak, tak ada salahnya lho kamu mengenal kembali jenis-jenis karya tulis ilmiah dan perbedaan di antara satu dengan yang lainnya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 3 jenis artikel ilmiah yang wajib diketahui oleh seorang pelajar.

Baca juga: 8 Tips Sukses Magang dari Rumah Selama Pandemi

1. Artikel Ilmiah

Sebagai seorang pelajar, entah saat ini kamu sebagai mahasiswa atau siswa SMA wajib tahu jenis artikel satu ini. Namanya artikel ilmiah.

Artikel ilmiah sendiri merupakan karya tulis yang berisi hasil penelitian, kajian pustaka, atau hasil pengembangan proyek. Biasanya berbentuk artikel ulasan (review article) maupun artikel penelitian (research article).

Agar dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi atau prosiding, maka penulisnya menuliskan kembali hasil penelitiannya dalam bentuk artikel ilmiah.

Selain agar dapat dipublikasikan di jurnal, tujuan penulisan artikel di antaranya sebagai bahan rujukan, sumber meningkatkan wawasan, tempat menyampaikan ide atau gagasan, serta menyebarluaskan informasi, ilmu, atau penelitian.

Secara umum bagian dalam artikel ilmiah terdiri dari abstrak, pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka yang ditulis tanpa nomor bab.

Kamu pun bisa menjadikan artikel ilmiah ini sebagai bahan rujukan dalam penulisan tugasmu lho, karena pasti sumbernya terpercaya dan juga sudah diuji dengan sebuah penelitian.

2. Karya Tulis Ilmiah (KTI) atau Paper

Jenis karya tulis ilmiah berikutnya yang wajib kamu ialah Karya Tulis Ilmiah (KTI) atau paper.

KTI sendiri ditulis dengan tujuan untuk memecahkan suatu permasalahan menggunakan landasan teori dan metode. Isinya berupa hasil penelitian, kajian pustaka maupun gagasan.

Nah, tak hanya mahasiswa, bahkan banyak pelajar SMP dan SMA juga belajar menulis Karya Tulis Ilmiah ini untuk mengikuti perlombaan. Biasanya mereka berangkat dari suatu permasalahan dan berusaha memecahkannya dengan struktur penulisan KTI.

Bagian KTI pun cenderung lebih detail dibandingkan artikel ilmiah, karena ditulis dengan menggunakan nomor bab, yakni bab 1-5.

Baca juga: Strategi Menyelesaikan Skripsi di Masa Pandemi

Bab 1 Pendahuluan, terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

Bab 2 Kerangka Teori, terdiri dari landasan teori dan hipotesis penelitian.

Bab 3 Metode Penelitian, terdiri dari jenis penelitian, definisi konsep dan operasional variabel; populasi dan sampel penelitian; jenis, sumber dan teori pengumupulan data; teknik analisis atau pengujian data.

Bab 4 Pembahasan Penelitian, terdiri dari gambaran umum objek penelitian, deskripsi hasil penelitian, pengujian hipotesis, dan interpelasi hasil pengujian hipotesis.

Bab 5 Penutup, terdiri kesimpulan dan saran.

Selain terdiri dari 5 bab tersebut, dalam KTI atau paper ini juga terdapat judul, pengesahan, daftar isi, dan lampiran-lampiran.

3. Essay Ilmiah

Terakhir yang juga wajib kamu tahu ialah essay ilmiah. Essay ilmiah ialah jenis karya tulis ilmiah yang berisi fakta dan opini mengenai suatu permasalah di masyarakat.

Nah, tujuan penulisan essay ilmiah untuk mengobservasi masalah sehari-hari yang sering terjadi masyarakat dengan harapan dapat memberikan solusi dengan penggunaan metode yang unik.

Oleh karena itu dalam penulisan essay ilmiah biasanya berisi hasil penelitian, opini, kajian pustaka atau gagasan. Selain itu diharapkan kamu menulis essay ilmiah ini dengan orisinal (hasil karya sendiri bukan saduran), kritis, dan mudah dipahami.

Jika kamu hendak menulis essay ilmiah, perhatikan tiga bagian pokok yang harus ada di dalamnya, yaitu latar belakang, isi atau pembahasan dan penutup

Karena sifatnya yang singkat, jadi saat menulis essay ilmiah kamu bisa menggunakan gaya bahasa atau penulisan yang cenderung fleksibel dan tidak kaku ya.

Nah, bagaimana sudah tahu kan jenis-jenis karya ilmiah serta perbedaan di antara satu dengan yang lainnya. Jadi jangan bingung lagi dan salah konsep di depan dosen atau gurumu ya.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts