Ikigai: Konsep Keseimbangan Hidup dari Jepang

  • Whatsapp
Ikigai Konsep Keseimbangan Hidup dari Jepang
Ilustrasi. [Foto: Ist]

Kuarter.id – Apakah kamu sering merasa kurang bersemangat untuk menjalani aktivitasmu? Merasa bahwa
hari-hari dan kehidupan yang kamu jalani kurang menyenangkan? Konsep ikigai bisa kamu coba terapkan.

Ikigai merupakan sebuah konsep nilai hidup dari Jepang. Seperti kita ketahui Jepang merupakan salah satu negara maju, di mana tentunya tekanan dan tuntutan hidup sangat besar. Nah konsep ikigai ini banyak diterapkan oleh orang Jepang untuk bisa menjalani hidup dengan lebih baik dan bersemangat.

Read More

Ikigai pada dasarnya adalah menemukan tujuan hidup agar hidup lebih bermakna, berharga dan seimbang. Terdapat empat komponen yang menentukan yaitu “what you love”, “what you are good at”, “what you can be paid off”, dan “what the world needs”.

Ikigai digambarkan dalam sebuah diagram Venn yang mempertemukan keempat komponen tersebut. Masing-masing komponen akan beririsan dengan komponen lainnya dan membentuk irisan passion, proffession, vocation dan mission.

Untuk menemukan ikigai, setiap orang harus berusaha menemukan pertemuan dari keempat irisan tersebut. Ketika sudah menemukan sisi ikigai maka kamu akan memperoleh jawaban atas pertanyaan “Mengapa saya hidup?”

Baca juga: Menjadi Penjual Terpercaya di Media Sosial dan E-Commerce

Nah buat kamu yang masih bingung dan tertarik untuk memahami konsep ikigai lebih jauh, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Passion

Passion merupakan pertemuan atau irisan dari himpunan “what you love” dan “what you are good at “. Masing-masing orang tentunya memiliki hobi atau kegiatan yang disukai. Nah, dari sekian banyak hobi atau hal-hal yang kamu sukai, mana yang benar-benar kamu kuasai dan bisa lakukan dengan baik itulah yang disebut passion.

Misalkan kamu memiliki hobi menari, kemudian kamu memutuskan untuk membuat karya dengan hobimu tersebut contoh dengan membuat video dance cover atau tutorial dance. Nah, itulah passion.

2. Profession

Profession adalah pertemuan antara “what you are good at” dan “what you can be paid off”, yaitu kemampuan apa yang kamu miliki dan kamu menerima bayaran atas pekerjaan yang kamu lakukan sesuai kemampuan tersebut.

Contoh kamu bisa membuat sebuah video dance menarik dan menerima tawaran pekerjaan membuat video dance komersial untuk promosi brand atau lainnya, kemudian memperoleh bayaran dan pendapatan dari sana. Nah, tulah yang disebut profession.

3. Vocation

Vocation adalah irisan antara “what you can be paid off ” dan “what the world needs”. Kamu memiliki kemampuan dan mendapatkan imbalan atas pekerjaan berdasarkan kemampuan tersebut untuk bertahan hidup.

Namun, itu saja tidak cukup, tidak hanya untuk diri sendiri, dalam hidup ini kamu juga harus memikirkan apa yang dunia butuhkan. Jadi kemampuan yang kamu miliki bisa memberikan impact kepada dunia, atau minimal orang-orang di sekitarmu.

Baca juga: Waspada Money Game, Kenali Ciri dan Cara untuk Menghindarinya

Contoh, kamu sudah berhasil memperoleh penghasilan besar atas karya yang kamu ciptakan, kamu bisa mulai pikirkan untuk membuka lapangan kerja untuk orang lain, selain menunjang pekerjaanmu, hal tersebut juga akan sangat bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan pekerjaan.

4. Mission

Mission merupakan irisan antara “what you love” dan “what the world needs”. Kondisi ini menggambarkan ketika hal yang kamu sukai dibutuhkan dan menjawab apa yang dibutuhkan banyak orang, itu artinya memiliki mission atau misi.

Kamu menjalani kegiatan yang kamu cintai dan meyakini bahwa dunia membutuhkan hal tersebut, dan kamu rela melakukannya meskipun tidak menerima bayaran. Hal ini akan membuatmu bahagia, namun di sisi lain mungkin menimbulkan ketidakseimbangan, karena kamu juga memerlukan penghasilan untuk bisa bertahan hidup.

Nah untuk menemukan ikigai kamu harus memiliki keempat irisan tersebut. Hal itu akan memberikan keseimbangan dalam hidupmu dan memberikanmu tujuan hidup untuk terus berusaha melakukan yang terbaik, meskipun banyak rintangan dan tantangan yang kamu hadapi.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts