Hati-Hati Menerima Ajakan Pertemanan di Media Sosial

  • Whatsapp
ajakan pertemanan di media sosial
Ilustrasi. [Foto: Ist]

Kuarter.id-Media sosial menjadi aplikasi yang paling sering kita buka di handphone, komputer, atau gadget lain yang kita miliki. Bahkan, tidak sedikit pula yang memiliki lebih dari satu media sosial.

Pengguna media sosial pun kini tak mengenal usia. Mulai dari anak-anak hingga lansia berkomunikasi dan saling terhubung melalui media sosial.

Read More

Andai kita tidak bijak dan tidak memiliki bekal pengetahuan digital yang baik, dikhawatirkan kita akan lebih mudah terpapar dampak negatif media sosial. Kasus penipuan dan kejahatan online akibat sembarangan menerima permintaan pertemanan di media sosial juga makin marak terjadi.

Pengguna Media Sosial Makin Tinggi

Dilansir dari kumparan.com, riset situs HootSuite dan We Are Social mencatat rata-rata lebih dari 1,3 juta pengguna baru bergabung dengan platform media sosial setiap harinya pada tahun 2020. Masih dari riset yang sama, Indonesia tercatat masuk dalam 10 besar negara yang kecanduan media sosial. Tepatnya, Indonesia berada di posisi 9 dari total 47 negara yang dianalisis dari riset ini.

Riset ini mencatat, rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan media sosial selama 3 jam 14 menit. Sementara itu, perolehan rata-rata global hanya selama 2 jam 25 menit. Artinya, angka perolehan rata-rata Indonesia lebih tinggi daripada rata-rata global.

Baca juga: Menjadi Penjual Terpercaya di Media Sosial dan E-Commerce

Riset yang sama dilansir dari databoks.katadata.co.id menyebutkan, Youtube sebagai media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia. Angka perolehan Youtube mencapai 88 persen.

Media sosial lain yang paling sering digunakan di Indonesia, yaitu WhatsApp dengan 84 persen, Facebook dengan 82 persen, Instagram dengan 79 persen, dan Twitter dengan 56 persen.

Nah, kira-kira media sosial mana yang paling sering kamu gunakan sehari-hari?

Kemampuan Digital yang Rendah

Sayang, tingginya angka pengguna media sosial tidak sebanding dengan kemampuan digital yang dimiliki pengguna. Terkadang, kemampuan ini dianggap remeh, sehingga tak menampik kejahatan online selalu berulang terjadi.

Riset Amazon Web Services (AWS) dan AphaBeta mencatat, hanya 19 persen tenaga kerja Indonesia yang memiliki kemampuan digital. Dilansir dari databoks.katadata.co.id, angka yang diperoleh Indonesia berada jauh di bawah Jepang dengan persentase 58 persen. Meskipun memang Indonesia masih sedikit di atas India yang hanya memperoleh persentase 12 persen.

Selalu Hati-Hati Menerima Permintaan Pertemanan

Agar terhindar dari pengaruh buruk media sosial, selalu berhati-hati selama penggunaannya menjadi hal yang wajib dilakukan semua orang. Salah satunya dengan menyeleksi permintaan pertemanan dan menyeleksi akun yang ingin diikuti di media sosial.

Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa kamu lakukan.

Baca juga: Stop Hoaks dengan Literasi Digital

1. Pastikan akun tersebut menggunakan nama dan foto profil asli

Menggunakan nama dan foto profil asli diperlukan untuk memastikan akun tersebut bukan akun bodong. Bila akun tersebut agak meragukan, sebaiknya tidak kamu terima permintaan pertemanannya. Begitu pula kamu pun hendaknya menggunakan nama dan foto asli di akun media sosial milikmu, ya.

2. Lihat pula apakah ada temanmu yang menjadi temannya di media sosial

Hal ini penting untuk melihat apakah kalian memiliki kenalan yang sama. Bila kamu dan dia memiliki banyak teman yang sama di media sosial, kemungkinan dia berasal dari lingkaran pertemanan yang sama pula denganmu.

3. Jangan menaruh informasi pribadi pada profil media sosial milikmu

Jangan sesekali menaruh kontak pribadi di media sosial. Bila ingin mengobrol dengan teman barumu di media sosial, kamu bisa memanfaatkan direct message/messenger untuk berkomunikasi. Berikan kontakmu hanya untuk teman-teman terdekat atau yang berhubungan dengan pekerjaan/studimu. Lindungilah data-data pribadimu, ya.

4. Dampingi anak-anak saat sedang mengakses media sosial

Bila anak-anak ingin menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan teman-temannya, pastikan kamu membantu mendampinginya. Perhatikan akun mana yang diikutinya.

Ajarkan anak-anak untuk berhati-hati mengunggah sesuatu maupun berkomunikasi dengan siapa saja di media sosial. Berikan batas waktu kepada anak agar tidak menjadi kecanduan bermain media sosial, ya.

5. Jangan ragu melaporkan atau report akun yang meresahkan

Bila kamu menemui akun yang mencoba melakukan kejahatan, maka jangan ragu untuk melaporkannya. Terlebih, bila akun tersebut mencoba melakukan penipuan atau mengirimkan konten-konten tidak senonoh. Angka kejahatan online bisa semakin tinggi karena kita takut melaporkannya ke pihak berwajib. Oleh karena itu, seleksilah permintaan pertemananmu di media sosial, ya.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts