Gunting dan Buang Bekas Maskermu untuk Hindari Penyebaran Virus

  • Whatsapp
buang bekas masker sekali pakai
Ilustrasi. [Foto: Ist]

Kuarter.id-Di masa pandemi seperti sekarang ini, masker menjadi barang wajib yang mesti dibawa dan digunakan selama beraktivitas sehari-hari. Masker mesti digunakan, baik oleh orang sakit maupun sehat untuk menghindari penyebaran virus. Di samping juga diikuti dengan penerapan protokol kesehatan.

Mungkin kamu juga masih ingat, di awal pandemi Covid-19, kita bahkan warga dunia kesulitan mendapatkan masker medis atau masker sekali pakai. Hal ini mengingat tingginya kebutuhan, namun stok yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah permintaan yang ada.

Read More

Pemerintah pun menganjurkan agar masyarakat menggunakan masker kain untuk menghadapi kelangkaan masker sekali pakai. Selain itu, masker sekali pakai saat itu dianjurkan hanya untuk penggunaan medis saja.

Selang beberapa bulan kemudian, di pasaran dan e-commerce pun mulai dijual masker sekali pakai dengan beragam merek dan harga. Tidak sedikit di antaranya kita akan menemui masker sekali pakai dengan harga miring. Berbeda dengan masa awal pandemi, masker sekali pakai justru dijual dengan harga yang melambung tinggi.

Pandemi Covid-19 tidak hanya melahirkan masalah kesehatan. Akibat tingginya penggunaan masker sekali pakai, sampah medis pun ikut meningkat dan dikhawatirkan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan sekitar. Dilansir dari antaranews.com, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, terjadi kenaikan volume limbah medis antara 30 hingga 50 persen selama pandemi.

Hingga Oktober 2020, KLHK mencatat ada 1.662,75 ton limbah medis dari 34 provinsi di Indonesia. Adapun limbah medis seperti sarung tangan sekali pakai, masker sekali pakai, maupun alat pelindung diri lainnya masuk dalam kategori B3 (bahan, berbahaya, dan beracun). Oleh karena itu, bila limbah medis tidak dikelola dengan baik, maka dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Selain masalah lingkungan, sampah masker sekali pakai dikhawatirkan dapat menyebarkan virus karena dibuang sembarangan. Supaya bekas masker sekali pakai tidak menjadi sarana penyebaran virus, berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan.

Baca juga: 5 Herbal Anti-Inflamasi yang Wajib Diketahui

Gunting sebelum dibuang

Beberapa sumber menyebutkan, masker bekas pakai sebaiknya digunting terlebih dahulu sebelum dibuang. Hal ini untuk menghindari kemungkinan penyalahgunaan bekas masker sekali pakai oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Tentu kamu tidak menginginkan hal tersebut, bukan?

Buang di tempat tertutup

Dilansir dari kompas.com, Kementerian Kesehatan menganjurkan, bekas masker sekali pakai yang telah digunting agar dibuang di tempat tertutup. Jangan pula buang masker di sembarang tempat. Tentunya hal ini untuk menghindari penyebaran virus.

Rendam dengan disinfektan

Guna memastikan masker bekas pakai tidak menjadi sarana penyebaran virus, kamu bisa merendam masker bekas pakai dengan cairan disinfektan. Tidak perlu direndam terlalu lama, cukup 10-15 menit saja.

Kemudian, keringkan masker yang telah direndam. Masker bekas pakai siap dibuang.

Pisahkan sampah

Sering kali kita mencampurkan antara sampah yang satu dengan sampah lainnya dalam satu tempat. Padahal segala macam sampah harus dipisahkan sebelum dibuang untuk memudahkan pengelolaannya.

Begitu pula dengan sampah medis rumah tangga seperti bekas masker sekali pakai. Jangan buang bekas masker sekali pakai di tempat yang sama dengan sampah rumah tangga lainnya. Apalagi dibuang di sembarang tempat, ya.

Nah, itu dia langkah-langkah yang mesti kamu lakukan sebelum membuang bekas masker medis atau masker sekali pakai. Namun, lebih baik kamu kembali menggunakan masker kain untuk beraktivitas sehari-hari, tentunya sesuai standar yang dianjurkan pemerintah.

Selain dapat mengurangi limbah medis makin menumpuk, menggunakan masker kain lebih ramah di kantong karena dapat dicuci berulang kali.

Jangan lupa juga selalu menjaga jarak, rajin cuci tangan, membawa hand sanitizer selama beraktivitas, dan makan-makanan bergizi. Dengan disiplin menggunakan masker dan protokol kesehatan, kamu tidak hanya melindungi dirimu saja, namun juga keluarga dan orang-orang sekitar.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts