Beda KIP Kuliah, Bantuan Biaya Pendidikan Pengganti Bidikmisi

  • Whatsapp
bantuan biaya pendidikan kip kuliah
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk mahasiswa. [Foto:Ist]

Kuarter.id – Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, menjadi salah satu program pemerintahan Jokowi untuk membantu para generasi muda Indonesia dalam pengentasan pendidikan.

Buat kamu yang ingin melanjutkan kuliah namun memiliki keterbatasan biaya, kamu tak perlu khawatir. Dengan KIP ini kamu bisa melanjutkan mimpimu, karena biaya pendidikanmu akan didanai oleh pemerintah.

Read More

KIP Kuliah sendiri telah diluncurkan pada Maret 2020 lalu oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tujuannya untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang memiliki potensi akademik namun terkendala ekonomi.

KIP Kuliah sendiri berbeda dengan beasiswa. Berdasarkan Pasal 76 UU Nomor 12 Tahun 2012 beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi, sedangkan KIP Kuliah diberikan oleh pemerintah untuk membantu calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk membiayai pendidikannya.

Perlu kamu ketahui bahwa KIP Kuliah dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

Baca juga: Siswa Kelas 12 Wajib Mempersiapkan Tiga Hal Berikut

1. KIP Kuliah

Pemberian KIP Kuliah untuk lulusan SMA sederajat yang memiliki potensi akademik yang baik, namun terhalang untuk membiayai kuliahnya karena himpitan ekonomi.

2. KIP Kuliah Afirmasi

Untuk KIP Kuliah Afirmasi, pemerintah akan memberikan dukungan kepada para penyandang disabilitas, peserta program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk orang asli Papua di wilayah Papua dan Papua Barat, wilayah 3T (terdepan, terluar, atau tertinggal), serta wilayah yang terkendala dampak bencana alam ataupun konflik sosial.

Nah, buat kamu yang akan lulus dari bangku sekolah menengah atas, yuk simak syarat mendaftar KIP Kuliah berikut:

1. Pemilik KKS dan PKH

Buat kamu yang sudah terdata dan memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH) bisa mendaftar KIP Kuliah. Namun, jangan khawatir. Jika keluargamu belum memiliki kedua syarat di atas, kamu tetap bisa mendaftar asalkan kamu tergolong siswa tidak mampu secara ekonomi dengan dibuktikan:
– Pendapatan kantor gabungan orang tua/wali Rp 4.000.000,00
– Pendapatan kantor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750.000,00

2. Siswa SMA/SMK atau Sederajat

Buat kamu yang sebentar lagi akan lulus SMA, lulus, atau telah dinyatakan lulus maksimal 2 tahun sebelumnya, memiliki NISN, NPSN dan NIK yang valid serta sudah memiliki KIP, kamu bisa melanjutkan dan mendaftar program KIP Kuliah ini.

Namun, bagi kamu yang belum memiliki KIP kamu pun tetap bisa mendaftar sesuai syarat pada poin nomor 1 di atas.

3. Memiliki Potensi Akademik yang Baik

Bantuan dari pemerintah ini diberikan buat kamu yang serius ingin melanjutkan kuliah dan memiliki potensi akademik yang baik. Jadi jangan main-main ketika hendak mendaftar ya, karena kamu harus memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan studi tepat waktu dengan nilai akademik yang baik.

4. Lulus Seleksi PTN/PTS

Nah, setelah kamu lulus seleksi PTN/PTS melalui program SNMPTN atau SBMPTN kamu bisa memperoleh KIP Kuliah ini. Selain itu pemerintah memberikan syarat, penerima KIP Kuliah diterima sebagai mahasiswa baru di PTN/PTS dengan akreditasi A atau B, dan program studi terakreditasi C dengan pertimbangan tertentu.

Setelah berhasil mendaftar KIP Kuliah tentunya ada banyak sekali keuntungan yang akan kamu dapatkan dengan memiliki KIP Kuliah ini.

1. Pembebasan Biaya Pendaftaran Seleksi PTN dan PTS

Jika kamu memilik KIP Kuliah dan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kamu akan dibebaskan dari biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi.

2. Pembebasan Biaya Kuliah

Tidak ada biaya kuliah yang akan dibebankan kepadamu setelah kamu menerima KIP Kuliah.

3. Bantuan Biaya Hidup

Kamu pun akan mendapatkan bantuan biaya hidup sebesar Rp 700.000/bulan yang akan diberikan setiap semester.

Dan bagi kamu yang harus mengikuti program profesi seperti profesi dokter, dokter gigi dan dokter hewan akan menerima bantuan biaya hidup lagi maksimal selama 4 semester. Sedangkan untuk profesi ners, apoteker dan guru akan menerima biaya hidup maksimal 2 semester.

Baca juga: Dilema UKT Mahal di Tengah Pandemi

Melihat beberapa syarat dan ketentuan bagi penerima KIP Kuliah, bisa dibilang program Jokowi ini mirip dengan Bidikmisi (Beasiswa Pendidikan Miskin Berprestasi) yang diluncurkan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bidikmisi juga merupakan bantuan biaya hidup dan kuliah yang diperuntukkan kepada calon mahasiswa dengan kendala ekonomi untuk melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu pemerintah Jokowi mengambil kebijakan berikut:

Menghapus Bidikmisi

Tepat di tahun 2019, program ini resmi diberhentikan. Namun bagi mahasiswa yang sudah menerima bantuan Bidikmisi (on going) akan tetap menerima bantuan biaya hidup dan kuliah hingga masa studinya berakhir.

Penghapusan ini dikarenakan KIP Kuliah menjadi salah satu program kerja lanjutan Jokowi yang sudah dipaparkan sejak debat calon presiden (capres) Februari, 2019 lalu.

Menghapus Beasiswa Pemerintah Lainnya

Sebagai bentuk perluasan program KIP Kuliah, maka beasiswa pemerintah lain pun ikut dihapuskan. Seperti beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) yang dihapuskan sejak pandemi Covid-19 berlangsung di tahun 2020, serta penghapusan beasiswa Afirmasi (ADik) Papua.

Meskipun beberapa beasiswa tersebut dihapuskan namun melihat perluasan akses penerima KIP Kuliah, program ini bisa menjadi salah satu solusi buat kamu yang ingin tetap mengejar mimpi tanpa takut lagi terkendala biaya kuliah. Buat kamu yang masih penasaran, yuk kunjungi langsung situs resminya di https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts