Alasan Masyarakat Mau Menerima Vaksinasi Covid-19

  • Whatsapp
vaksinasi covid-19
Ilustrasi. {Foto: Ist]

Kuarter.id-Tanggal 13 Januari 2021 kemarin menjadi tanggal istimewa bagi Indonesia. Presiden Joko Widodo menjadi penerima pertama vaksin Covid-19 di Indonesia, sekaligus menandai program vaksinasi nasional.

Program vaksinasi nasional ini dibagi menjadi empat tahapan. Tahapan pertama, pemerintah menargetkan dapat melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan pendukung di rumah sakit. Mereka menjadi orang pertama yang harus berinteraksi dengan pasien, baik dengan Covid-19 maupun masalah kesehatan lainnya.

Read More

Tahapan kedua, vaksinasi diberikan kepada petugas pelayanan publik, seperti TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya. Pada tahap kedua ini pula masyarakat kelompok usia lanjut menjadi penerima vaksin.

Sementara itu, tahapan ketiga dilakukan dengan memberikan vaksinasi kepada masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Terakhir, tahapan keempat diberikan kepada masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya.

Program vaksinasi nasional ini sendiri saat ini sedang gencar dilakukan untuk mencapai target nasional. Perlu diketahui, vaksinasi diberikan sebanyak dua kali. Vaksinasi kedua diberikan sekitar 2 minggu atau paling lambat 28 hari setelah vaksin pertama dilakukan.

Baca juga: 3 Alasan Jangan Sembarangan Upload Sertifikat Vaksin Covid-19

Nah, kami sendiri apakah sudah menerima vaksinasi?

Alasan Menerima Vaksinasi

Dilansir dari alodokter.com, pemberian vaksin merupakan solusi paling tepat untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus Covid-19.

Dengan pemberian vaksin, setiap orang akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang mampu mengenali dan cepat melawan virus penyebab infeksi. Oleh karena itu, vaksin dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat virus ini.

Selain untuk kesehatan, program vaksinasi nasional juga diharapkan dapat memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dikutip dari kompas.com, pariwisata Bali khususnya diharapkan dapat kembali dibuka apabila masyarakat telah menerima vaksin.

Ikut Serta Vaksinasi Covid-19

Menurut survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC), dari 54 % responden yang bersedia mengikuti program vaksinasi mengatakan, alasan utama mengikuti program ini adalah untuk melindungi diri sendiri. Adapun responden yang menjawab demikian sebanyak 69,8 %.

Kemudian, sebanyak 55,3 % responden bersedia divaksin untuk melindungi keluarga dan orang sekitar. Sedangkan, sebanyak 35,7 % responden bersedia mengikuti vaksinasi karena sudah lulus uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tersertifikasi halal juga menjadi alasan lain responden mau mengikuti program vaksin ini, yaitu sebanyak 32,3 %. Disusul alasan kewajiban moral untuk menerima vaksin sebanyak 31,8 %.

Sebanyak 31,4 % responden mengatakan alasan mau menerima vaksin karena sering bepergian. Sebanyak 30,5 % responden mau menerima vaksin karena sesuai standar WHO.

Waspada Hoaks Mengenai Vaksin

Selain masalah kesehatan, hoaks juga menjadi masalah kita bersama di masa pandemi ini.

Hoaks atau informasi bohong tidak hanya banyak tersebar di awal masa penyebaran Covid-19 saja. Hoaks mengenai vaksinasi pun cukup banyak tersebar di media sosial.

Baca juga: Selama Pandemi, Persentase Menonton Drama Korea Meningkat

Hal ini bisa menjadi penghambat program vaksinasi nasional yang dicanangkan pemerintah. Masyarakat akan memiliki rasa ketakutan tersendiri untuk menerima vaksinasi.

Dilansir dari suara.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat sejak 23 Januari hingga 1 Februari 2021 menemukan 1.402 kasus hoaks terkait Covid-19. Sementara itu, khusus untuk vaksin, Kemkominfo telah menangani 97 temuan hoaks terkait vaksin Covid-19 hingga 1 Februari 2021.

Lebih lanjut, menurut perwakilan Kemkominfo, motivasi pelaku penyebar hoaks sangat beragam. Mulai dari motif ekonomi, politik, hingga perilaku iseng.

Melihat tingginya hoaks tersebut, hal yang bisa kita lakukan adalah dengan selalu melakukan konfirmasi kembali atas segala informasi yang kita terima.

Jangan sekali-sekali menyebarkan informasi yang belum jelas kebenaran dan sumber datanya.


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts