Alasan Infodemi Tentang Covid-19 Cepat Tersebar Luas

  • Whatsapp
infodemi covid-19
Ilustrasi. [Foto: Ist]

Kuarter.id-Pernahkah kamu mendengar istilah infodemi atau infodemic? Belakangan istilah ini banyak muncul di media massa dan media sosial, seiring pandemi Covid-19.

Dikutip dari theconversation.com, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut fenomena hoaks kesehatan sebagai infodemi yang harus dilawan. Misinformasi penyakit yang menular telah menjadi masalah global karena bisa mempengaruhi tindakan masyarakat di tengah kondisi obat dan vaksin untuk melawan virus corona belum tersedia.

Read More

Dari kutipan tersebut, infodemi berarti informasi yang menyebar begitu deras, menyebar secara cepat seperti pandemi, dan bercampur menjadi satu. Infodemi terdiri dari berbagai macam informasi benar maupun belum dipastikan kebenarannya bercampur menjadi satu dan menyebar seperti pandemi.

Sayangnya, infodemi menyebabkan dampak negatif bagi pemulihan pasca pandemi Covid-19. Infodemi menyebabkan kita tidak bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah.

Sayangnya, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan literasi digital yang baik, sehingga tidak bisa memilah informasi yang diterima.

Masyarakat menjadi kesulitan menemukan sumber berita yang dapat dipercaya dan mempercayai segala informasi yang diterimanya sebagai kebenaran. Oleh karena itu, tak heran hal ini yang menyebabkan hoaks (informasi bohong) semakin menyebar luas.

Seiring pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia, infodemi turut meningkat. Hal ini dikarenakan informasi resmi mengenai virus baru ini masih sedikit, sedangkan di satu sisi masyarakat memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap virus corona.

Belum lagi banyak orang yang tidak bertanggungjawab menyebarkan informasi yang diterimanya begitu saja, sehingga hoaks pun semakin tinggi.

Baca juga: Pentingnya Perkembangan Teknologi Komunikasi Bagi Negara

Infodemi yang tidak mampu dikendalikan menjadi permasalahan baru dalam upaya pemulihan pasca pandemi. Infodemi menjadi kunci bangkitnya pemulihan kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan berbagai sektor masyarakat.

Lebih jauh, berikut alasan mengapa infodemi tentang Covid-19 begitu cepat menyebar luas.

Sumber informasi akurat masih sedikit dan terbatas

Covid-19 tergolong virus baru, sehingga informasi resmi mengenai virus ini masih sangat sedikit. WHO, peneliti, dan ilmuwan di seluruh dunia melakukan penelitian terhadap virus yang pertama kali muncul akhir 2019 lalu di Wuhan China ini.

Informasi mengenai virus ini terus diperbaharui seiring adanya temuan baru. Selain keterbatasan informasi yang sudah pasti kebenarannya, sumber berita yang akurat juga jumlahnya masih sedikit.

Hal ini mendorong infodemi semakin meluas dan mudah menyebar di masyarakat. Bahkan, di awal virus corona menyebar, berbagai teori konspirasi turut bermunculan. Sumber informasi akurat yang masih terbatas ini tidak sedikit akhirnya membuat banyak orang mempercayai teori konspirasi yang berkembang.

Tingginya akses internet dan media sosial

Hootsuite WeAreSocial mencatat, pengguna internet di Indonesia per Januari 2021 sebanyak 202,6 juta. Sementara itu, pengguna aktif media sosial di Indonesia per Januari 2021 sebanyak 170 juta.

Tingginya pengguna internet dan media sosial di Indonesia bahkan dunia dikarenakan aksesnya yang semakin mudah. Anak-anak usia muda bahkan tidak asing lagi dengan keduanya.

Kita tidak lagi hanya sebagai konsumen yang menerima begitu saja. Dengan teknologi digital dan kemudahan akses ini, siapapun bisa menjadi produsen dan distributor setiap informasi yang diterimanya. Tanpa sadar, informasi yang dibagikan ternyata belum pasti benar.

Kemampuan literasi digital masyarakat

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI merilis hasil Survei Literasi Digital Nasional 2020 yang dilakukan di 34 provinsi. Hasilnya, indeks literasi digital di Indonesia masih berada di level sedang.

Dilansir dari wartaekonomi.com, terdapat 4 kategori skor dalam pengukuran indeks literasi digital yang dilaksanakan Kemenkominfo ini.

Pertama, informasi dan literasi data dengan skor 3,17. Kedua, komunikasi dan kolaborasi dengan skor 3,38.

Ketiga, keamanan dengan skor 3,66. Terakhir, kemampuan teknologi dengan skor 3,66.

Untuk mencapai skor baik, skor paling tinggi adalah 4. Sehingga, dari hasil survei ini Indonesia berada pada level sedang.

Indeks literasi digital masyarakat memang menjadi perhatian masyarakat seiring berkembangnya teknologi digital dan internet. Belum lagi, pandemi Covid-19 semakin mendorong informasi bergerak begitu cepat, sehingga kemampuan literasi sangat dibutuhkan untuk memilah informasi yang diterima.

Nah, itu dia alasan mengapa infodemi bergitu cepat menyebar luas. Kita sebagai generasi muda sangat berperan dalam menyaring informasi yang kita terima untuk dibagikan kepada orang lain.

Jangan sampai kita menjadi generasi penyebar hoaks, ya. Mulai sekarang, mari bersama-sama stop hoaks!


Baca informasi lainnya hanya di Kuarter.id

Related posts